Rabu, 11 November 2015

Tugas Softskill ke-2


KULTURAL

Kultural adalah sebuah ungkapan yang artinya manusia yang berhubungan dengan budaya.  Manusia yang berhubungan dengan budaya diistilahkan sebagai Kultural.  Jadi artiKultural adalah manusia yang berhubungan dengan budaya.  Kata Istilah Kultural merupakan ungkapan resmi dalam Bahasa Indonesia.

Penjelasan / Informasi Lebih Rinci (Detil) :

Istilah / Ungkapan : Kultural
Arti Ungkapan : Manusia yang berhubungan dengan budaya
Arti Ungkapan Lain : -
Kesimpulan 1 : Pengertian Kultural adalah manusia yang berhubungan dengan budaya
Kesimpulan 2 : Manusia yang berhubungan dengan budaya disebut juga sebagai Kultural
Kesimpulan 3 : Ungkapan Kultural artinya adalah manusia yang berhubungan dengan budaya
Huruf Awal Akronim : A 
Contoh Kalimat 1 : Adik sangat menyukai buku-buku yang berkaitan dengan masalah kultural.
Contoh Kalimat 2 :  Kulturan diadakan besar-besaran selama tujuh hari mulai besok.
Bahasa Ungkapan : Bahasa Indonesia Resmi
Sumber informasi arti ungkapan Kultural : Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Landasan Kultural Pendidikan

Landasan Kultural Pendidikan

Pendidikan selalu terkait dengan manusia, sedang setiap manusia selalu menjadi anggota masyarakat dan pendukung kebudayaan tertentu. Oleh karena itu, dalam UU-RI No. 2 Tahun 1989  Pasal 1 Ayat 2 ditegaskan bahwa yang dimaksudkan dengan Sistem Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaanbangsa Indonesia dan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik, sebab kebudayaan dapat dilestarikan/dikembangkan dengan jalan mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan, baik secara informal maupun secara formal. Sebaliknya bentuk, ciri-ciri dan pelaksanaan pendidikan itu ikut ditentukan oleh kebudayaan masyarakat di mana proses pendidikan itu berlangsung. Dimaksudkan dengan kebudayaan adalah hasil cipta dan karya manusia berupa norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan, tingkah laku, dan teknologi yang dipelajarin dan dimiliki oleh semua anggota masyarakat tertentu.
a.     

 Pengertian tentang Landasan Kultural
Kebudayaan sebagai gagasan dan karya manusia beserta hasil budi dan karya itu akan selalu terkait dengan pendidikan, utamanya belajar. Kebudayaan dalam arti luas tersebut dapat berwujud :
1)     Ideal seperti ide, gagasan, nilai, dan sebagainya.
2)     Kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat, dan
3)     Fisik yakni benda hasil karya manusia.
Kebudayaan dapat dibentuk, dilestarikan, atau dikembangkan melalui pendidikan. Baik kebudayaan yang berwujud ideal, atau kelakuan dan teknologi, dapat diwujudkan melalui proses pendidikan.
Sebagai contoh dalam penggunaan bahasa, setiap masyarakat dapat dikatakan mengajarkan kepada anak-anak untuk mengatakan sesuatu, kapan hal itu dapat dikatakan, bagaimana mengatakannya, dan kepada siapa mengatakannya. Contoh lain, setiapa masyaratkat mempunyai persamaan dan perbedaan dalam berpakaian. Dalam kaitan dengan pakaian, anak harus mempelajari dari anggota masyarakat yang lain tentang cara menggunakan pakaian tertentu dari dalam peristiwa apa pakaian tertentu dapat dipakai. Dengan mempelajari tingkah laku yang dapat diterima dan kemudian menerapkan sebagai tingkah lakunya sendiri menjadikan anak sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, anak-anak harus diajarkan polapola tingkah laku yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Dengan kata lain, fungsi pokok setiap sisitem pendidikan adalah untuk mengajarkan anak-anak pola-pola tingkah laku yang essensial tersebut.
Cara-cara untuk mewariskan kebudayaan, khususnya mengajarkan tingkah laku kepada generasi baru, berbeda dari masyarakat ke masyarakat. Pada dasarnya ada tiga cara umum yang dapat diidentifikasikan, yaitu informal, nonformal, dan formal. Cara informal terjadi di dalam keluarga, dan nonformal dalam masyarakat yang berkelanjutan dan berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan cara formal melibatkan lembaga khusus yang dibentuk untuk tujuan pendidikan. Pendidikan formal tersebut dirancang untuk mengarahkan perkembangan tingkah laku anak didik. Kalua masyarakat hanya mentransmisi kebudayaan yang mereka miliki kepada generasi penerus maka tidak akan diperoleh kemajuan.
Oleh sebab itu, anggota masyarakat tersebut berusaha melakukan perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan kondisi baru sehingga terbentuklah pola tinkah laku, nilai-nilai, dan norma-norma baru yang sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat. Usaha-usaha menuju pola tingkah laku, norma-norma dan nilai-nilai baru ini disebut transformasi kebudayaan. Lembaga social yang lazim digunakan sebagai alat transmisi dan transformasi kebudayaan adalah lembaga pendidikan, utamanya sekolah dan keluarga.
Pada masyarakat primitive, transmisi kebubayaan dilakukan secar informal dan nonformal, sedangkan pada masyarakat yanf telah maju transmisi kebudayaan dilakukan secara informal, nonformal dan formal. Pemindahan kebudayaan secar formal ini melalui lembaga-lembaga social, utamanya sekolah. Pada masyarakat yang sudah maju, sekolah sebagai lembaga social mempunyai peranan penting sebab pendidikan tidak hanya berfungsi untuk mentransmisi kebudayaan kepada generasi penerus, tetapi pendidikan juga berfungsi untuk mentransformasikan kebudayaan agar sesuai dengan perkembangan dan tujuan zaman. Dengan kata lain, sekolah secara seimbang melaksanakan fungsi ganda pendidikan, yakni sebgai proses sosialisasi dan sebgai agen pembaruan. Perlu dikemukakan bahwa dalam bidang pendidikan, kedua fungsi tersebut kadang-kadang dipertentangkan, antara penganut pendidikan sebagai pelestarian (teaching a conserving activity) dan penganut pendidikan sebagai pembaruan (teaching as a subversive activity). Yang pertama mengutamakan sosialisasi, bahkan kalau perlu domestikasi, sedangkan yang kedua mengutamakan pengembangan atau agen pembaruan.
Seperti diketahui, pendidikan di Indonesia tidak memihak salah satu kutub pendapat tersebut, akan tetapai mengutamakan keseimbangan, keserasian, dan keselarasan antara aspek pelestarian nilai-nilai luhur social-kebudayaan dab aspek pengenbangan agar tetap jaya. Hal itu semakin penting apabila diingat bahwa kemajuan teknologi komunikasi telah menyebabkan datangnya pengaruh kebudayaan dari luar semakin deras.
b.     Kebudayaan Nasional sebagai Landasan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)
Seperti telah dikemukakan, yang dimaksud dengan sisidiknas adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia. (UU-RI No. 2/1989) Pasal 1 Ayat 2. Karena masyarakat Indonesia sebagai pendukung kebudayaan itu adalah masyarakat yang majemuk, maka kebudayaan bangsa Indonesia tersebut lebih tepat disebut sebagai kebudayaan  Nusantara yang beragam. Puncak-puncak kebudayaan Nusantara itu dan yang diterima secara nasional disebut kebudayaan nasional. Oleh karena itu, kebudayaan nasional haruslah dipandang dalam latar perkembangan yanag dinamis seiring dengan semakin kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sesuai dengan asa bhineka tunggal ika.

Pada awal perkembangannya, suatu kebudayaan terbentuk berkat kemampuan manusia mengatasi kehidupan alamiahnya dan kesengajaan manusia menciptakan lingkungan yang cocok bagi kehidupannya. Setiap individu yang lahir selalu memasuki lingkungan kebudayaan dan lingkungan alamiah itu, dan menghadapi dua system sekaligus yaitu system kebudayaan dan system linmgkungan alam. Individu dalam masyarakat modern sangat dipengaruhi oleh besar dan kompleksnya kehidupan masyarakat modern dan kecanggihan kebudayaannya. Ini berarti bahwa individu hanya dapat hidup dalam masyarakat atau kebudayaan modern, apabila ia mau dan mampu belajar terus menerus.

Salah satu upaya penyesuaian pendidikan jalur sekolah dengan keragaman latar belakng social budaya di Indonesia adalah dengan memberlakukan muatan local di dalam kurikulum sekolah, utamanya di sekolah dasar (SD). Kebijakan ini bukan hal baru, karena gagasannya telah berlaku sejak dulu, umpamanya dengan pengajaran bahasa daerah dan atau penggunaan bahasa daerah di dalam proses belajar mengajar. Keragaman social budaya tersebut terwujud dalam keragaman adat istiadat, tata cara, dan tata karma pergaulan, kesenian, bahasa, dan sastra daerah, maupun kemahiran dan keterampilan yang tumbuh dan terpelihara di suatu daerah tertentu. Keanekaragaman itu sejak awal kemerdekaan telah mencoraki kurikulum sekolah, utamanya sekolah dasar, dengan berbagai variasi yakni mulai sebagai mata pelajaran (umpama bahasa daerah) ataupun sebagai bagian dari bahan ajaran dan atau cara penyampaiannya. Pelestarian dan pengembangan kekayaan yang unik dari setiap daerah itu melalui upaya pendidikan sebagai wujud dari kebhinekaan masyarakat dan bangsa Indonesia. Hal ini haruslah dilaksanakan dalam kerangka pemantapan kesatuan dan persatuan bangsa dan negara Indonesia sebagai sisi ketunggal ika-an.

Beberapa tahun terakhir ini, makin kuat pendapat bahwa pendidikan seharusnya lebih diupayakan agar lebih menjamin adanya rasa keterikatan antara peserta didik dengan lingkungannya. Peserta didik diharapkan tidak hanya mengenal lingkungannya (alam, social, dan budaya) akan tetapi juga mau dan mampu mengembangkannya. Oleh Karen aitu, sebagai contoh, muatan local dalam kurikulum tidak hanya sekedar meneruskan minat akan kemahiran yang ada di daerah tertentu, tetapi juga serentak memperbaiki/meningkatkannya sesuai dengan perkembangan iptek/seni dan atau kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kurikulum ikut memutakhirkan kemahiran local (mengukir, melukis, menenun, menganyam, dan sebagainya) sehingga sesuai dengan kemajuan zaman, dan serentak dengan itu, membuka peluang tersedianya lapangan kerja bagi peserta didik yang bersangkutan (umpama bidang kerajinan) dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di lingkungannya.
Sebagai salah satu faktor yang ikut menentukan kelangsungan hidup suatu masyarakat adalah kesanggupan dan kemampuan anggotanya untuk mendukung nilai-nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Pendidikan sebagai sub-sistem masyarakat mempunyai peranan mewaris-kan, memelihara dan sekaligus sebagai agen pembaharuan kebudayaan. Pendidikan dapat dikonsepkan sebagai proses budaya manusia. Kegiatanya dapat berwujad sebagai upaya yang dipikirkan, dirasakan dan dikehendaki manusia. Pada dasarnya pendidikan merupakan unsur dan peristiwa budaya. Pendidikan melibatkan sekaligus kiat dan disiplin pengetahuan mempengaruhi manusia belajar. Pendidikan merupakan proses budaya, yakni generasi manusia berturut-turut mengambil peran sehingga menghasilkan peradaban masa lampau dan mengambil peranan di masa kini dan mampu menciptakan peradaban di masa depan.
Dengan kata lain pendidikan memiliki tiga peran, sebagai pewarisan, sebagai pemegang peran dan sebagai pemberi kortribusi. Dengan demikian dapat dipahami pendidikan sebagai aset untuk pemeliharaan masa lampau, penguatan individu dan masyarakat yang sekarang serta sebagai penyiapan manusia berperan di masa datang. Pendidikan sebagai proses upaya pemeliharaan dan peran dalam membangun peradaban dan pendidikan tidak terbatas pada benda-benda yang tampak Seperti bangunan fisik, melainkan meliputi: gagasan, perasaan dan kebiasaan, peran dan alam kehidupan sekarang juga tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masa yang akan datang, karena pemeliharaan peradaban manusia merupakan tugas tanpa akhir.
 Analisis antropologi budaya dapat membantu mengatasi problema-problema pendidikan yang dimunculkan oleh kelompok-kelompak minoritas dan budaya yang lain. Sudut tujuan antropologi sosial, menjelaskan pendidikan dapat merupakan bentuk bimbingan formal terhadap perilaku anggota masyarakat yang relatif baru ke dalam tradisi nenek moyang mereka melalui berbagai model indoktrinasi yang berbeda antara masyarakat satu dengan yang lainnya. Melalui proses indoktrinasi yang berlangsung terus-menerus timbul kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki budaya tertentuyang pada gilirannya pula menampilkan bentuk pendidikan yang berbeda- beda. Pada hakikatnya manusia sebagai makhluk budaya dapat menyesuaikan diri dengan kebudayaan setempat. Salah satu cara untuk memelihara kebudayaan adalah melalui pengajaran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendidikan dapat berfungsi sebagai penyampaian,pelestarian dan sekaligus pengembangan kebudayaan.
A.      Kebudayaan dan sekolah
Tradisi kebudayan menghambat perkembangan dalam berkompetisi dengan kelompok lain. Sejalan dengan penelitian Otto Klinerberg (1954) bahwa kegagalan kelompok minoritas umumnya bukan disebabkan semata-mata oleh ras, atau suku namun disebabkan oleh budaya tradisi mereka.
B.      Prasangka dan pertenfangan di berbagai kelompok budaya

Pertentangan yang disebabkan adanya berbagai kelompok budaya dari ras dapat berupa prasangka negatif di antara sesama kelompok dan hal ini berpengaruh terhadap pendidikan.

C.       Stereotipe

Keefektifan dalam pengajaran timbul dan siswa akan lebih terbimbing, serta kesegaran dan rasa takut berkurang jika guru menunjukkan stereotipe yang menyenangkan.

D.      Faktor budaya dalam proses pengajaran (culture factors in teaching)
Mengajar merupakan upaya mengkomunikasikan secara jelas tentang nilai-nilai pengajaran. Dalam hal ini banyak hal yang mempengaruhi, sperti: niiai-nilai budaya orang tua, penggunaan bahasa, keadaan sosial yang dibawa anak dari lingkungan (tradisi) dan pengaruh kelompok dominan. Keadaan ini mensyaratkan perhauaii, pemahaman dan penyesuaian guru agar peran serta orang tua dalam kegiatan sekolah dapat tercipta.

E.      Pelatihan budaya untuk pendidikan
Perlu dikembangkan kondisi sekolah yang didalamnya terdapat pertentangan antara kelompok mayoritas dan minoritas yang sering menghadapi konfhk budaya antara guru, siswa dan orang tua. Kenyataan ini menuntut adanya kepelatihan budaya bagi pendidik agar ia mampu menghubungkan nilai-nilai budaya dengan pengajaran dan proses pengajaran.

F.       Masalah kewibawaan merupakan ubahan (variabel) yang tidak dapat diabaikan
Penguasaan terbadap kewibawaan guru lebih membantu siswa dalam penguasaan bahan-bahan pengajaran.

G.      Sub-kebudayaan (sub-culture)

Perbedaan warna kulit dan kemiskinan menjadi penghambat dalam pelaksanaan pendidikan. Karena kelompok-kelompok tersebut saling menolak terhadap pelayanan sekolah. Hambatan ini dapat diatasi melalui pendidikan orang tua, memadukan sub-culture di sekolah, mengadakan penyesuaian tingkah laku di sekolah dan kurikulum sekolah wajib memperhatikan latar belakang budaya siswa.

H.      Dinamika kelompok sosialisasi
Sekolah harus mampu menghilangkan adanya kelompok-kslompok minoritas dan membawanya ke arah perubahan melalui proses sosialisasi.


Pendidikan selalu terkait dengan manusia, sedang setiap manusia selalu menjadi anggota masyarakat dan pendukung kebudayaan tertentu. Oleh karena itu, dalam UU-RI No. 2 Tahun 1989  Pasal 1 Ayat 2 ditegaskan bahwa yang dimaksudkan dengan Sistem Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaanbangsa Indonesia dan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik, sebab kebudayaan dapat dilestarikan/dikembangkan dengan jalan mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan, baik secara informal maupun secara formal. Sebaliknya bentuk, ciri-ciri dan pelaksanaan pendidikan itu ikut ditentukan oleh kebudayaan masyarakat di mana proses pendidikan itu berlangsung. Dimaksudkan dengan kebudayaan adalah hasil cipta dan karya manusia berupa norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan, tingkah laku, dan teknologi yang dipelajarin dan dimiliki oleh semua anggota masyarakat tertentu.
a.      Pengertian tentang Landasan Kultural
Kebudayaan sebagai gagasan dan karya manusia beserta hasil budi dan karya itu akan selalu terkait dengan pendidikan, utamanya belajar. Kebudayaan dalam arti luas tersebut dapat berwujud :
1)     Ideal seperti ide, gagasan, nilai, dan sebagainya.
2)     Kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat, dan
3)     Fisik yakni benda hasil karya manusia.
Kebudayaan dapat dibentuk, dilestarikan, atau dikembangkan melalui pendidikan. Baik kebudayaan yang berwujud ideal, atau kelakuan dan teknologi, dapat diwujudkan melalui proses pendidikan.
Sebagai contoh dalam penggunaan bahasa, setiap masyarakat dapat dikatakan mengajarkan kepada anak-anak untuk mengatakan sesuatu, kapan hal itu dapat dikatakan, bagaimana mengatakannya, dan kepada siapa mengatakannya. Contoh lain, setiapa masyaratkat mempunyai persamaan dan perbedaan dalam berpakaian. Dalam kaitan dengan pakaian, anak harus mempelajari dari anggota masyarakat yang lain tentang cara menggunakan pakaian tertentu dari dalam peristiwa apa pakaian tertentu dapat dipakai. Dengan mempelajari tingkah laku yang dapat diterima dan kemudian menerapkan sebagai tingkah lakunya sendiri menjadikan anak sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, anak-anak harus diajarkan polapola tingkah laku yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Dengan kata lain, fungsi pokok setiap sisitem pendidikan adalah untuk mengajarkan anak-anak pola-pola tingkah laku yang essensial tersebut.
Cara-cara untuk mewariskan kebudayaan, khususnya mengajarkan tingkah laku kepada generasi baru, berbeda dari masyarakat ke masyarakat. Pada dasarnya ada tiga cara umum yang dapat diidentifikasikan, yaitu informal, nonformal, dan formal. Cara informal terjadi di dalam keluarga, dan nonformal dalam masyarakat yang berkelanjutan dan berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan cara formal melibatkan lembaga khusus yang dibentuk untuk tujuan pendidikan. Pendidikan formal tersebut dirancang untuk mengarahkan perkembangan tingkah laku anak didik. Kalua masyarakat hanya mentransmisi kebudayaan yang mereka miliki kepada generasi penerus maka tidak akan diperoleh kemajuan.
Oleh sebab itu, anggota masyarakat tersebut berusaha melakukan perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan kondisi baru sehingga terbentuklah pola tinkah laku, nilai-nilai, dan norma-norma baru yang sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat. Usaha-usaha menuju pola tingkah laku, norma-norma dan nilai-nilai baru ini disebut transformasi kebudayaan. Lembaga social yang lazim digunakan sebagai alat transmisi dan transformasi kebudayaan adalah lembaga pendidikan, utamanya sekolah dan keluarga.
Pada masyarakat primitive, transmisi kebubayaan dilakukan secar informal dan nonformal, sedangkan pada masyarakat yanf telah maju transmisi kebudayaan dilakukan secara informal, nonformal dan formal. Pemindahan kebudayaan secar formal ini melalui lembaga-lembaga social, utamanya sekolah. Pada masyarakat yang sudah maju, sekolah sebagai lembaga social mempunyai peranan penting sebab pendidikan tidak hanya berfungsi untuk mentransmisi kebudayaan kepada generasi penerus, tetapi pendidikan juga berfungsi untuk mentransformasikan kebudayaan agar sesuai dengan perkembangan dan tujuan zaman. Dengan kata lain, sekolah secara seimbang melaksanakan fungsi ganda pendidikan, yakni sebgai proses sosialisasi dan sebgai agen pembaruan. Perlu dikemukakan bahwa dalam bidang pendidikan, kedua fungsi tersebut kadang-kadang dipertentangkan, antara penganut pendidikan sebagai pelestarian (teaching a conserving activity) dan penganut pendidikan sebagai pembaruan (teaching as a subversive activity). Yang pertama mengutamakan sosialisasi, bahkan kalau perlu domestikasi, sedangkan yang kedua mengutamakan pengembangan atau agen pembaruan.
Seperti diketahui, pendidikan di Indonesia tidak memihak salah satu kutub pendapat tersebut, akan tetapai mengutamakan keseimbangan, keserasian, dan keselarasan antara aspek pelestarian nilai-nilai luhur social-kebudayaan dab aspek pengenbangan agar tetap jaya. Hal itu semakin penting apabila diingat bahwa kemajuan teknologi komunikasi telah menyebabkan datangnya pengaruh kebudayaan dari luar semakin deras.
b.     Kebudayaan Nasional sebagai Landasan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)
Seperti telah dikemukakan, yang dimaksud dengan sisidiknas adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia. (UU-RI No. 2/1989) Pasal 1 Ayat 2. Karena masyarakat Indonesia sebagai pendukung kebudayaan itu adalah masyarakat yang majemuk, maka kebudayaan bangsa Indonesia tersebut lebih tepat disebut sebagai kebudayaan  Nusantara yang beragam. Puncak-puncak kebudayaan Nusantara itu dan yang diterima secara nasional disebut kebudayaan nasional. Oleh karena itu, kebudayaan nasional haruslah dipandang dalam latar perkembangan yanag dinamis seiring dengan semakin kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sesuai dengan asa bhineka tunggal ika.

Pada awal perkembangannya, suatu kebudayaan terbentuk berkat kemampuan manusia mengatasi kehidupan alamiahnya dan kesengajaan manusia menciptakan lingkungan yang cocok bagi kehidupannya. Setiap individu yang lahir selalu memasuki lingkungan kebudayaan dan lingkungan alamiah itu, dan menghadapi dua system sekaligus yaitu system kebudayaan dan system linmgkungan alam. Individu dalam masyarakat modern sangat dipengaruhi oleh besar dan kompleksnya kehidupan masyarakat modern dan kecanggihan kebudayaannya. Ini berarti bahwa individu hanya dapat hidup dalam masyarakat atau kebudayaan modern, apabila ia mau dan mampu belajar terus menerus.

Salah satu upaya penyesuaian pendidikan jalur sekolah dengan keragaman latar belakng social budaya di Indonesia adalah dengan memberlakukan muatan local di dalam kurikulum sekolah, utamanya di sekolah dasar (SD). Kebijakan ini bukan hal baru, karena gagasannya telah berlaku sejak dulu, umpamanya dengan pengajaran bahasa daerah dan atau penggunaan bahasa daerah di dalam proses belajar mengajar. Keragaman social budaya tersebut terwujud dalam keragaman adat istiadat, tata cara, dan tata karma pergaulan, kesenian, bahasa, dan sastra daerah, maupun kemahiran dan keterampilan yang tumbuh dan terpelihara di suatu daerah tertentu. Keanekaragaman itu sejak awal kemerdekaan telah mencoraki kurikulum sekolah, utamanya sekolah dasar, dengan berbagai variasi yakni mulai sebagai mata pelajaran (umpama bahasa daerah) ataupun sebagai bagian dari bahan ajaran dan atau cara penyampaiannya. Pelestarian dan pengembangan kekayaan yang unik dari setiap daerah itu melalui upaya pendidikan sebagai wujud dari kebhinekaan masyarakat dan bangsa Indonesia. Hal ini haruslah dilaksanakan dalam kerangka pemantapan kesatuan dan persatuan bangsa dan negara Indonesia sebagai sisi ketunggal ika-an.

Beberapa tahun terakhir ini, makin kuat pendapat bahwa pendidikan seharusnya lebih diupayakan agar lebih menjamin adanya rasa keterikatan antara peserta didik dengan lingkungannya. Peserta didik diharapkan tidak hanya mengenal lingkungannya (alam, social, dan budaya) akan tetapi juga mau dan mampu mengembangkannya. Oleh Karen aitu, sebagai contoh, muatan local dalam kurikulum tidak hanya sekedar meneruskan minat akan kemahiran yang ada di daerah tertentu, tetapi juga serentak memperbaiki/meningkatkannya sesuai dengan perkembangan iptek/seni dan atau kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kurikulum ikut memutakhirkan kemahiran local (mengukir, melukis, menenun, menganyam, dan sebagainya) sehingga sesuai dengan kemajuan zaman, dan serentak dengan itu, membuka peluang tersedianya lapangan kerja bagi peserta didik yang bersangkutan (umpama bidang kerajinan) dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di lingkungannya.
Sebagai salah satu faktor yang ikut menentukan kelangsungan hidup suatu masyarakat adalah kesanggupan dan kemampuan anggotanya untuk mendukung nilai-nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Pendidikan sebagai sub-sistem masyarakat mempunyai peranan mewaris-kan, memelihara dan sekaligus sebagai agen pembaharuan kebudayaan. Pendidikan dapat dikonsepkan sebagai proses budaya manusia. Kegiatanya dapat berwujad sebagai upaya yang dipikirkan, dirasakan dan dikehendaki manusia. Pada dasarnya pendidikan merupakan unsur dan peristiwa budaya. Pendidikan melibatkan sekaligus kiat dan disiplin pengetahuan mempengaruhi manusia belajar. Pendidikan merupakan proses budaya, yakni generasi manusia berturut-turut mengambil peran sehingga menghasilkan peradaban masa lampau dan mengambil peranan di masa kini dan mampu menciptakan peradaban di masa depan.
Dengan kata lain pendidikan memiliki tiga peran, sebagai pewarisan, sebagai pemegang peran dan sebagai pemberi kortribusi. Dengan demikian dapat dipahami pendidikan sebagai aset untuk pemeliharaan masa lampau, penguatan individu dan masyarakat yang sekarang serta sebagai penyiapan manusia berperan di masa datang. Pendidikan sebagai proses upaya pemeliharaan dan peran dalam membangun peradaban dan pendidikan tidak terbatas pada benda-benda yang tampak Seperti bangunan fisik, melainkan meliputi: gagasan, perasaan dan kebiasaan, peran dan alam kehidupan sekarang juga tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masa yang akan datang, karena pemeliharaan peradaban manusia merupakan tugas tanpa akhir.
 Analisis antropologi budaya dapat membantu mengatasi problema-problema pendidikan yang dimunculkan oleh kelompok-kelompak minoritas dan budaya yang lain. Sudut tujuan antropologi sosial, menjelaskan pendidikan dapat merupakan bentuk bimbingan formal terhadap perilaku anggota masyarakat yang relatif baru ke dalam tradisi nenek moyang mereka melalui berbagai model indoktrinasi yang berbeda antara masyarakat satu dengan yang lainnya. Melalui proses indoktrinasi yang berlangsung terus-menerus timbul kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki budaya tertentuyang pada gilirannya pula menampilkan bentuk pendidikan yang berbeda- beda. Pada hakikatnya manusia sebagai makhluk budaya dapat menyesuaikan diri dengan kebudayaan setempat. Salah satu cara untuk memelihara kebudayaan adalah melalui pengajaran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendidikan dapat berfungsi sebagai penyampaian,pelestarian dan sekaligus pengembangan kebudayaan.
A.      Kebudayaan dan sekolah
Tradisi kebudayan menghambat perkembangan dalam berkompetisi dengan kelompok lain. Sejalan dengan penelitian Otto Klinerberg (1954) bahwa kegagalan kelompok minoritas umumnya bukan disebabkan semata-mata oleh ras, atau suku namun disebabkan oleh budaya tradisi mereka.
B.      Prasangka dan pertenfangan di berbagai kelompok budaya

Pertentangan yang disebabkan adanya berbagai kelompok budaya dari ras dapat berupa prasangka negatif di antara sesama kelompok dan hal ini berpengaruh terhadap pendidikan.

C.       Stereotipe

Keefektifan dalam pengajaran timbul dan siswa akan lebih terbimbing, serta kesegaran dan rasa takut berkurang jika guru menunjukkan stereotipe yang menyenangkan.

D.      Faktor budaya dalam proses pengajaran (culture factors in teaching)
Mengajar merupakan upaya mengkomunikasikan secara jelas tentang nilai-nilai pengajaran. Dalam hal ini banyak hal yang mempengaruhi, sperti: niiai-nilai budaya orang tua, penggunaan bahasa, keadaan sosial yang dibawa anak dari lingkungan (tradisi) dan pengaruh kelompok dominan. Keadaan ini mensyaratkan perhauaii, pemahaman dan penyesuaian guru agar peran serta orang tua dalam kegiatan sekolah dapat tercipta.

E.      Pelatihan budaya untuk pendidikan
Perlu dikembangkan kondisi sekolah yang didalamnya terdapat pertentangan antara kelompok mayoritas dan minoritas yang sering menghadapi konfhk budaya antara guru, siswa dan orang tua. Kenyataan ini menuntut adanya kepelatihan budaya bagi pendidik agar ia mampu menghubungkan nilai-nilai budaya dengan pengajaran dan proses pengajaran.

F.       Masalah kewibawaan merupakan ubahan (variabel) yang tidak dapat diabaikan
Penguasaan terbadap kewibawaan guru lebih membantu siswa dalam penguasaan bahan-bahan pengajaran.

G.      Sub-kebudayaan (sub-culture)

Perbedaan warna kulit dan kemiskinan menjadi penghambat dalam pelaksanaan pendidikan. Karena kelompok-kelompok tersebut saling menolak terhadap pelayanan sekolah. Hambatan ini dapat diatasi melalui pendidikan orang tua, memadukan sub-culture di sekolah, mengadakan penyesuaian tingkah laku di sekolah dan kurikulum sekolah wajib memperhatikan latar belakang budaya siswa.

H.      Dinamika kelompok sosialisasi
Sekolah harus mampu menghilangkan adanya kelompok-kslompok minoritas dan membawanya ke arah perubahan melalui proses sosialisasi.



DAFTAR PUSTAKA


Jumat, 09 Oktober 2015

Tugas Softskill Ke-1

KELOMPOK 4 SOFTSKILL
ENTERTAINMENT

Anggota Kelompok :
1.Kerry Sarafina Nadita
2.Khansa Larissa Desideria
3.M.Riyan Alamsyah
4.Maulana Prakasa AF
5.Melysa
6.Mitha Denny Bastian
7.Mohammad Imaduddin Abduru
8.Mutiara Santi

Kelas :
2PA18



Dalam masyarakat umumnya memilki ketergantungan hidup antara satu dengan yang lain. Hal ini yang mendorong sebuah perputaran baik ekonomi, sosial, dan sebagainya. Pada masa inilah umumnya setiap orang terkadang merasa jenuh dan stres atas kegiatannya masing-masing. Berdasarkan keinginan hati dan pikiran, mereka yang menginginkan sebuah ketenangan atau sesuatu yang bisa membuat pemikiran yang segar serta hati senang, mereka meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan yang bersifat menghibur. Tentu saja hiburan yang dicari atau dilakukan disesuaikan dengan keinginan hati dan pikiran. Hal ini akan diperluas pencakupannya tentang hiburan atau disebut juga entertainment yang telah menjadi gaya hidup masyarakat luas.
Hal yang tampak melalui kebiasaan dan pola pikir yang tertuang dalam sebuah  entertainment banyak dilakukan orang dalam kehidupan sehari-hari, yang terdiri dari setiap kegiatan yang menyediakan pengalihan atau izin orang untuk menghibur diri dalam waktu senggang. Hiburan umumnya pasif seperti menonton opera atau film. Bentuk aktif hiburan, seperti olahraga, lebih sering dianggap rekreasi. Kegiatan seperti membaca atau berlatih pribadi alat musil dianggap hobi.
Pengertian Entertainment/Hiburan
Entertainment/Hiburan adalah segala sesuatu, baik yang berbentuk kata-kata, tempat, benda maupun perilaku yang dapat menjadi penghibur atau pelipur hati yang susah atau sedih. Hiburan bersifat subjektif, bergantung pada penikmatnya. Apabila subjek tersebut merasa terhibur terhadap sesuatu hal, maka hal itu dapat dikatakan suatu hiburan.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa hiburan mencakup banyak hal, diantaranya musik, film, opera, drama, permainan, olahraga, dan lain sebagainya. Berwisata juga dapat dikatakan sebagai upaya hiburan dengan menjelajahi alam ataupun mempelajari budaya. Mengisi kegiatan di waktu senggang seperti membuat kerajinan, keterampilan, membaca juga dapat dikatagorikan sebagai hiburan.
Media yang digunakan dalam dunia entertaiment, yaitu:
1.         Televisi
2.         Radio
3.         Media cetak
4.         Media online
5.         Entertainment dalam musik




1.      Televisi
Merupakan acara-acara yang ditayangkan oleh Stasiun televisi. Secara garis besar, program TV dibagi menjadi program berita dan program non-berita.
Jenis program televisi dapat dibedakan berdasarkan bentukjadi (format) teknis atau berdasarkan isi. Bentuk jadi teknis merupakan bentukjadi umum yang menjadi acuan terhadap bentuk program televisi seperti gelar wicara (talk show), dokumenter, film, kuis, musik, instruksional, dll. Berdasarkan isi, program televisi berbentuk berita dapat dibedakan antara lain berupa program hiburan, drama, olahraga, dan agama. Sedangkan untuk program televisi berbentuk berita secara garis besar digolongkan ke dalam warta penting (hard news) atau berita-berita mengenai peristiwa penting yang baru saja terjadi dan warta ringan (soft news) yang mengangkat berita bersifat ringan.
Pengaturan penayangan program televisi di sebuah stasiun televisi biasanya diatur oleh bagian pemrograman siaran atau bagian perencanaan siaran. Pada umumnya, pihak perencanaan siaran mengatur jadwal penayangan satu program televisi berdasarkan perkiraan kecenderungan menonton peminat program tersebut. Misalnya, pengaturan jadwal tayang siaran berita dipagi hari disesuaikan dengan kecenderungan peminat penonton siaran berita.
Keberhasilan sebuah program TV saat ini diukur oleh tingkat konsumsi program tersebut oleh pemirsa atau biasa disebut pemeringkatan. Pengukuran peringkat dilakukan oleh lembaga riset yang menempatkan alat bernama "people meter" pada beberapa responden.
Dalam definisi lain televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, "jauh") dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”
Penggunaan kata "Televisi" sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak televisi", "acara televisi", ataupun "transmisi televisi". Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal sering disebut dengan TV (dibaca: tivi, teve ataupun tipi.)
Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta menjadi media periklanan. Sejak 1970-an, kemunculan kaset video,cakram laser , DVD dan kini cakram Blu-ray, juga menjadikan kotak televisi sebagai alat untuk untuk melihat materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun terakhir, siaran televisi telah dapat diakses melalui Internet, misalnya melalui iPlayer dan Hulu.
·         Tayangan Televisi mengenai Hiburan malam
Walaupun terdapat bentuk televisi lain seperti televisi sirkuit tertutup, namun jenis televisi yang paling sering digunakan adalah televisi penyiaran, yang dibuat berdasarkan sistem penyiaran radio yang dikembangkan sekitar tahun 1920-an, menggunakan pemancar frekuensi radio berkekuatan tinggi untuk memancarkan gelombang televisi ke penerima gelombang televisi.
Penyiaran TV biasanya disebarkan melalui gelombang radio VHF dan UHF dalam jalur frekuensi yang ditetapkan antara 54-890 megahertz. Kini gelombang TV juga sudah memancarkan jenis suara stereo ataupun bunyi keliling di banyak negara. Hingga tahun 2000, siaran TV dipancarkan dalam bentuk gelombang analog, tetapi belakangan ini perusahaan siaran publik maupun swasta kini beralih ke teknologi penyiaran digital.
Sebuah kotak televisi terdiri dari bermacam-macam sirkuit elektronik didalamnya, termasuk di antaranya sirkuit penerima dan penangkap gelombang penyiaran. Perangkat tampilan visual yang tidak memiliki perangkat penerima sinyal biasanya disebut sebagai monitor, bukannya televisi. Sebuah sistem televisi dapat dipakai dalam berbagai penggunaan teknologi seperti analog (PAL, NTCS, SECAM), digital (DVB, ATSC, ISDB dsb.) ataupun definisi tinggi (HDTV). Sistem televisi kini juga digunakan untuk pengamatan suatu peristiwa, pengontrolan proses industri, dan pengarahan senjata, terutama untuk tempat-tempat yang biasanya terlalu berbahaya untuk diobservasi secara langsung.
Televisi amatir (ham TV atau ATV) digunakan untuk kegiatan percobaan dan hiburan publik yang dijalankan oleh operator radio amatir. Stasiun TV amatir telah digunakan pada kawasan perkotaan sebelum kemunculan stasiun TV komersial.
Televisi telah memainkan peran penting dalam sosialisasi abad 20 dan 21. Pada tahun 2010, iPlayer digunakan dalam aspek media sosial dalam bentuk layanan televisi, termasuk di antaranya adalah Facebook dan Twitter.
·         Berikut ini adalah tipe paling umum dari acara hiburan televisi:

*      Komedi Situasi.
Sejak 1949 situation comedy telah menjadi acara populer di jam tayang utama. Acara ini biasanya berdurasi satu sampai satu setengah jam, berkisah tentang orang-orang yang berada dalam situasi yang menyenangkan dan segar di setiap episode. Sitcom yang paling populer dalam sejarah televisi adalah Seinfield di NBC.
*      Drama Episodik.
Tiap karakter menghadapi isu-isu di setiap episode dengan cara realis dan menggunakan teknik-teknik yang diadaptasi dari drama teater. Acara polisi dan detektif, seperti Law & Order di NBC (pernah juga tayang di RCTI) yang tayang pada tahun 1990-an dan banyak ditiru, adalah contoh jenis acara ini.



*      Opera Sabun.
Istilah “sabun” dipakai karena produk detergen adalah sponsor dominan dalam acara ini di masa-masa awal. Jenis ini adalah acara cerita dengan ujung terbuka, masing-masing episode mempunyai ending yang sengaja “digantung” tak selesai agar penonton mengikuti episode selanjutnya. Opera sabun fokus pada ketegangan antar orang di tengah-tengah gaya hidup glamor.. Di Indonesia soap opera ini lebih dikenal dengan sebutan Sinetron atau Sinema Elektronik. Opera Sabun terpanjang ala Indonesia sendiri mencatat Cinta Fitri sebagai pemegang rekor. Cinta Fitri dinobatkan sebagai sinetron dengan jumlah episode terbanyak oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Terhitung 3 Juni 2010, CINTA FITRI mencapai episode ke-777. Sinetron ini memecahkan rekor SinetronTersanjung garapan Multivision Plus yang mencapai 356 episode, dengan masa tayang 6 tahun 11 bulan (1998–2005).
*      Reality Show.
Kesuksesan Survivor di CBS ( di Indonesia di tayangkan oleh Indosiar) menyebabkan munculnya genre baru, reality show. Acara ini menampilkan orang-orang biasa aktual, bukan aktor dalam situasi yang terbatas. Acara ini dalam satu pengertian bersifat nonfiksi, tetapi konteks di mana pesertanya berada dalam konteks buatan atau artifisial. Salah satu reality show lokal yang pernah sangat populer di Indonesia adalah Katakan Cinta (RCTI) dan Playboy Kabel (SCTV).
*      Kuis.
Acara ini diimpor dari radio, dan mencapai puncak popularitasnya pada 1957-1958, dengan 22 kuis. Kebanyakan acara kuis, termasuk $64,000 Question di CBS menampilkan kontestan yang biasanya orang biasa. Genre ini menurun pada 1958 karena kontestan yang populer bisa akan menang dan bisa ikut lagi. Acara kuis kembali naik daun pada 1999 setelah ABC meluncurkan kuis Who Wants to Be a Millionaire.
*      Late-Night Show.
Tonight Show di NBC adalah campuran antara komedi, aksi panggung dan bincang-bincang yang strukturnya sudah berubah sejak diperkenalkan pada 1951. Acara ini diiringi dengan acara serupa seperti The Late Show With David Letterman. Acara pada tengah malam punya kemiripan dengan variety show yang menarik audiens prime-time pada 1950-an berkat bintang televisi seperti Milton Berle dan Jack Benny. Di Indonesia, late-night show ala Tukul sempat mengguncang audiens televisi Indonesia dengan acara Empat Mata.

2.      Radio
v  Teknologi Hiburan Menjangkau Benua
Dewasa ini kenyataan yang sering terjadi adalah banyak khalayak masyarakat sudah mulai meninggalkan radio dan lebih cenderung menjatuhkan pilihannya pada televisi sebagai sarana hiburan. Penampilan televisi sebagai media yang lengkap antara Audio dan Visual ternyata jauh lebih mengundang daya tarik tersendiri. Namun, untuk menyaksikan tayangan saluran televisi internasional kita harus berlangganan melalui beberapa provider atau memiliki antena parabola sendiri. Tentu bagi yang mampu tidak merasa keberatan akan tawaran ini, namun bagi yang memiliki daya beli pas-pasan tentu akan berfikir dua kali.
Media radio yang dahulu digandrungi oleh banyak pendengar di tanah air mulai tergeser daya pikatnya oleh kehadiran media televisi. Namun, pada kenyataannya masih banyak penikmat setia radio yang selalu menikmati hiburan dan informasi melalui fasilitas radio yang saat ini dikemas dalam berbagai produk teknologi, misalnya pada radio mobil atau bahkan pada radio yang terdapat pada ponsel.
Kita mungkin masih ingat, pada zaman kemerdekaan dulu dimana Radio Republik Indonesia (RRI) dengan penuh keyakinan menyiarkan semangat perjuangan. Tanpa perlu memikirkan teknologi saat itu, penyelenggara yakin bahwa radio dapat mempersatukan semua kelas sosial. Begitu juga pada saat ini, dimana radio mungkin sudah semakin ditinggalkan. Namun perlu diakui bahwa radio jualah yang dapat menyentuh semua kalangan, baik di desa maupun di kota.
Saat ini radio tidak saja dapat dinikmati oleh daerah tertentu dengan mengandalkan pemancar radionya. Dengan hadirnya teknologi internet radio dapat didengar melalui media internet yang kita kenal dengan sebutan Radio Internet.
Radio Internet ini dapat dinikmati melalui teknologi streaming, yaitu teknologi yang dapat menerima serta mengirim informasi dari satu pihak ke pihak lain menggunakan alat yang dapat menerima aliran media streaming tersebut juga.
Kini lebih dari 3000 stasiun radio internet yang ada. Jumlah stasiun radio internet Indonesia mulai bertambah seiring perkembangan zaman dengan bermunculannya host server lokal yang menyediakan layanan radio streaming berbayar. Penggunaan radio internet sebenarnya cukup mudah namun ada beberapa stasiun yang mengharuskan pengguna menginstal aplikasi RealPlayer , Winamp dan software audio player lain di komputernya
v  Kompasiana dan Radio Internet
Awal memasuki kompasiana, rutin berinteraksi dengan sesama kompasioner sehingga memulai interaksi yang lebih intens lagi dengan menjadi anggota grup CF didalam Facebook. Disini kami mempunyai latar belakang yang berbeda, bahkan untuk tingkat domisili pun berbeda.
Salah seorang anggota grup kami adalah seorang penyiar radio, yang tentunya berbeda domisili dengan saya. Seperti kemarin, selepas magrib kami semua berkumpul di depan layar komputer masing – masing untuk mendengarkan beliau bersiaran, tentu lewat layanan Radio Internet. Kami berinteraksi lewat grup Facebook, dimana kami dapat me-riquest lagu favorit hingga berkirim salam untuk sesama kompasioner. Aktifitas tersebut bukan hanya dilakukan oleh anggota grup kami yang berada di Indonesia saja, tetapi juga dilakukan oleh anggota grup yang berada di luar negeri.
Layanan Radio Internet ini adalah salah satu perekat hubungan kami semua. Kami memiliki keluarga baru disini sebagai tempat saling berbagi. Bahkan karena seringnya berinteraksi lewat Facebook grup CF, kamipun dapat mengetahui kepribadian masing – masing. Alangkah indahnya bila kita dapat saling berbagi sesama walaupun kita berbeda domisili.

3.      Media cetak
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat “diet media” bagi anak berhasil, beberapa hal tersebut adalah kesadaran orang tua sebagai panutan bagi anak, pengaturan jadwal harian anak dan menyediakan kegiatan atau hiburan alternatif yang lebih mendidik dan sehat.
Ø  Orang tua sebagai panutan bagi anak hal pertama yang harus dilakukan adalah membentuk komitmen dari orang tua untuk membesarkan anak yang sehat, aktif dan memiliki self esteem yang baik. Setelah komitmen dibuat, harus disadari bahwa hal ini membutuhkan waktu, usaha keras, persistensi, dan komitmen yang kuat.
Ø  Setelah itu hal harus disadari, anak selalu melihat dan meniru perilaku orang tuanya. Dengan kata lain orang tua adalah contoh dan panutan bagi anak, sehingga sebelum menuntut anak untuk berubah, orang tua harus memberi contoh terlebih dahulu kepada anak. Contohnya untuk mendorong anak mengurangi menonton televisi sebaiknya orang tua juga tidak menghabiskan banyak waktu dengan menonton televisi.
Ø  Pengaturan jadwal harian anak membiasakan sedari dini untuk menetapkan jadwal harian bagi anak dapat membentuk anak sebagai individu yang dapat menata waktu dengan baik. Jadwal harian membuat mereka selalu tahu apa yang selanjutnya akan terjadi pada hari tersebut dan menghindarkan mereka untuk menyia-nyiakan waktu. Jadwal harian tidak harus terlalu detail. Tentukan beberapa ritual harian mereka.
Contoh nya yaitu, tentukan waktu bangun pagi, belajar, les, menonton televisi, bermain, makan malam dan tidur. Dengan jadwal harian ini orang tua dapat mengatur berapa lama dalam satu hari anak diperbolehkan untuk menonton televisi dan bermain video game.
Ø  Memberi Pengertian Bagi Anak tentang Dampak Negatif dari Media.
Untuk mendukung diet media bagi anak, orang tua sebaiknya menanamkan dan memberikan penjelasan bahwa :
o   Komputer/laptop adalah alat untuk bekerja dan telepon genggam adalah alat komunikasi. Alat-alat ini, selain dapat memberikan dampak yang positif, juga memberikan dampak yang negatif. Salah satu contoh dampak negatif dari penggunaan laptop adalah jika anak menggunakan internet dan mengakses situs-situs yang mengandung kekerasan atau pornografi. Orang tua sebaiknya memberikan penjelasan yang lebih cenderung mengarah diskusi tidak hanya mengatakan mana yang boleh atau tidak bagi sang anak.
o   Televisi bukan merupakan hiburan utama, dan pemakaiannya harus dibatasi.
Orang tua sebaiknya menyeleksi tontonan anak dengan membaca resensi acara dan menonton acara tersebut terlebih dahulu. Pilihlah tontonan yang menghibur tetapi juga mendidik, sesuai dengan umur anak, tidak mengandung unsur-unsur kekerasan dan sex. Setelah orang tua menyeleksi tontonan yang tepat bagi anak, beri anak batasan waktu untuk menonton televisi dalam sehari (misalnya 3 jam dalam satu hari) kemudian libatkan anak dalam memilih tontonan-tontonan yang telah diseleksi tersebut.
o   Kegiatan dan hiburan alternative orang tua sebaiknya tidak hanya melarang anak, tetapi juga memberikan solusi hiburan alternatif bagi anak.
Ada hal-hal lain yang perlu dilakukan untuk mendukung keberhasilan diet media bagi anak dan kita semua. Hal-hal tersebut adalah:
1. Membentuk family culture yang baik
§  Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anggota keluarga.
Seperti yang disebut sebelumnya, komunikasi adalah sesuatu yang vital bagi keluarga. Jadwalkan untuk setiap hari ada waktu untuk semua anggota keluarga berkumpul dan saling berbagi cerita. Contoh: saat makan malam, saat beraktifitas bersama (bermain board game atau berolah raga) atau berekreasi bersama.
§  Luangkan waktu untuk acara keluarga
Setiap akhir minggu luangkan waktu untuk acara keluarga keluar rumah, baik untuk berolah raga, makan di rumah makan, maupun berekreasi. Kegiatan rekreasi out door merupakan alternatif yang baik. Contoh: dufan, sea wold, pergi ke pantai, berkemah di gunung dan lain sebagainya.
§  Budayakan untuk membaca..
2. Memberikan nutrisi yang baik
Anak yang sehat dan aktif membutuhkan nutrisi yang cukup. Orang tua harus menyusun menu yang dapat mencukupi kebutuhan nutrisi anak. Jika anak dibiasakan untuk aktif, memiliki ikatan batin dengan seluruh anggota keluarganya, mendapatkan nutrisi yang cukup, dan mempunyai alternatif hiburan selain hiburan elektronik, maka anak akan tumbuh menjadi anak yang sehat, aktif dan memiliki self esteem yang tinggi. Hal ini dapat menjadi bekal mereka untuk menjadi manusia dewasa yang sehat.


4.      Media online
Media Online di Indonesia kebanyakan lahir pada saat jatuh-nya pemerintahan Suharto di tahun 1998, dimana alternatif media dan breaking news menjadi komoditi yang di cari banyak pembaca.
ü  Dalam Media Online, Hiburan yang menarik adalah taruhan bola online
Info menarik untuk anda seputar dunia judi bola dan taruhan bola online. Dalam hari musim digelarnya pertandingan sepak bola banyak sekali orang yang senang. Karena pertandingan sepak bola begitu asyik dan seru untuk ditonton. Saat pertandingan berlaga ditelevisi para penggemar sepak bola apalagi tim kesayangannya main akan berbondong bondong untuk menonton bersama. Keuntungan dari menonton adalah terhiburnya hati anda dengan melihat sepak bola. Tidak hanya itu pertandingan sepak bola juga menghasilkan banyak uang juga yaitu dengan bermain taruhan bola. Permainan judi yang melalui internet ini sangat digandrungi banyak penggemar taruhan bola online. Dengan berjuta juta hadiah yang bisa di dapatkan selain itu juga permainannya sangat menyenangkan sekali.
ü  Facebook
 Adalah sebuah layanan jejaring sosial dan situs web yang diluncurkan pada Februari 2004 yang dioperasikan dan dimiliki oleh Facebook, Pada Januari 2011. Facebook memiliki lebih dari 600 juta pengguna aktif. Pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna yang memiliki tujuan tertentu, diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah, perguruan tinggi, atau karakteristik lainnya. Nama layanan ini berasal dari nama buku yang diberikan kepada mahasiswa pada tahun akademik pertama oleh administrasi universitas di AS dengan tujuan membantu mahasiswa mengenal satu sama lain. Facebook memungkinkan setiap orang berusia minimal 13 tahun menjadi pengguna terdaftar di situs ini.
Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa ilmu komputer Eduardo Saverin, Dustin Moskovitz danChris Hughes. Keanggotaan situs web ini awalnya terbatas untuk mahasiswa Harvard saja, kemudian diperluas ke perguruan lain di Boston, Ivy League, dan Universitas Stanford. Situs ini secara perlahan membuka diri kepada mahasiswa di universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah menengah atas, dan akhirnya untuk setiap orang yang berusia minimal 13 tahun.
Studi Compete.com bulan Januari 2009 menempatkan Facebook sebagai layanan jejaring sosial paling banyak digunakan menurut pengguna aktif bulanan di seluruh dunia, diikuti oleh MySpace.Entertainment



5.      Entertainment dalam musik
Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun kadang-kadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.
Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada juga hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The Bravery dan masih banyak lagi.





DAFTAR PUSTAKA
Diposkan 29th December 2011 oleh Marpratama Putra


Rabu, 18 Maret 2015

Tugas Pengembangan Kreativitas dan Keterbakatan (PERTEMUAN 1)

Tugas (Pertemuan 1)

NAMA : KERRY SARAFINA NADITA

1.      Definisi konseptual kreativitas
·         Definisi konseptual kreativitas menurut Arifin Abdurachman adalah suatu pemikiran umum mengenai suatu masalah atau persoalan. Konsep adalah kata istlaha yang mengungkapkan suatu abstraksi yang dibentuk dengan generalisasi dari hal-hal khusus kejadian yang diamati. Definisi konsepsional atau definisi konsep disebut juga kerangka konsepsional
·         Jadi definisi konseptual kreativitas adalah sesuatu yang menggambarkan adanya hubungan antara konsep yang khusus dengan konsep yang akan diteliti. Konsepsional juga digunakan untuk mendefenisikan pengertian didalam penelitian, agar tidak mengalami pembiasan dalam pengumpulan data hingga pada tahap analisis peneltian
2.      Definisi operasional kreativitas
·         Definisi operasional menurut Koentjoroningrat merupakan batu ujian terakhir apakah masalah dapat diselidiki atau tidak. Sehingga hal tersebut dapat menjadi sebuah demonstrasi dari suatu proses seperti sebuah variabel, istilah atau objek dalam hal proses tertentu atau serangkaian tes validasi yang digunakan untuk menentukan kehadiran dan kuantitas
·         Jadi definisi operasional kreativitas adalah suatu kemampuan untuk melakukan berbagai hal dalam konsep kreativitas yang baru dan terus dikembangkan baik dari dalam maupun dari luar
3.      Definisi kreativitas menurut Clark
·         Definisi Kreativitas menurut Clark (dalam Basuki, 2010) :
·         Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak, mengemukakan : “Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986).
4. Teori kreativitas

 Freud :
·         Menurut beberapa pakar Psikologi, kemampuan kreativitas merupakan ciri kepribadian yang menetap pada lima tahun pertama dan kehidupan Sigmund Freud (1856-1939) adalah tokoh utama yang menganut pandangan ini. Ia menjelaskan proses kreatif dari mekanisme pertahanan ide-ide yang tidak menyenangkan atau yang tidak dapat menyenangkan atau yang tidak dapat diterima. Karena mekanisme pertahanan mencegah pengamatan yang cermat dari dunia dan karena menghabiskan energi psikis, mekanisme pertahanan biasanya merintangi produktivitas kreatoifitas. Sehingga biasanya mekanisme pertahanan merintangi produktivitas kreatif. Meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, namun justru mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama dari kreativitas
 Ernest Kris
·         Ernest Kris menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi (beralih ke perilaku sebelumnya yang akan memberi kepuasan, jika perilaku sekarang tidak berhasil atau tidak memberi kepuasan) juga sering muncul dalam tindakan kreatif
Carl Jung
·         Carl Jung (1875-1961) juga percaya bahwa ketidaksadaran memainkan peranan yang amat penting dalam kreativitas tingkat tinggi. Alam pikiran yang tidak disadari dibentuk oleh masa lalu pribadi. Dengan adanya ketidaksadaran kolektif, akan timbul penemuan teori, seni dan karya-karya baru lain nya. Proses inilah yang menyebabkan kelanjutan dan eksistensi manusia
 Abraham Maslow
·         Menurut Abraham Maslow (1908-1970) pendukung utama dalam teori humanistik, manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan ini harus dipenuhi dalam urutan hierarki seperti kebutuhan primitif muncul pada saat lahir dan kebutuhan tinggi berkembang sebagai proses pematangan individu. Kebutuhan-kebutuhan itu diwujudkan Maslow sebagai hirarki kebutuhan manusia dari yang terendah hingga yang tertinggi

Kebutuhan tersebut adalah:
1.      Kebutuhan fisik atau biologis
2.      Kebutuhan akan rasa aman
3.      Kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta
4.      Kebutuhan akan penghargaan dan harga diri
5.      Kebutuhan aktualisasi atau perwujudan diri
6.      Kebutuhan estetik
Kebutuhan kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua kebutuhan berikutnya (aktuaisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri erat kaitan nya dengan kreativitas. Bila bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki. Mereka mencapai “peak experience” saat mendapat kilasan ilham (flash of insight)
  
Carl Rogers
·         Carl Rogers (1902-1987) tiga konbdisi internal dan pribadi yang kreatif, yaitu:
1.      Keterbukaan terhadap pengalam
2.      Kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
3.      Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep
·         Apabila seseorang memiliki ketiga ciri ini maka kesehatan psikologis sangat baik. Orang tersebut diatas akan berfungsi sepenuhnya menghasilkan karya-karya kreatif dan hidup secara kreatif. Ketiga ciri atau kondisi tersebut juga merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk kreasi
Csixzent Mihalyi
·         Faktor pertama yang memudahkan munculnya kreativitas adalah sifat keturuna bawaan (genetic predisposition) untuk ranah tertentu
·         Faktor kedua yang memungkinkan tumbuhnya kreativitas adalah minat dalam ranah tanah tertentu pada saat masih dalam usia dini
·         Faktor ketiga adalah faktor keberuntungan. Anak yang dilahirkan dalam keluarga mampu akan memperoleh berbagai fasilitas yang dibutuhkan seperti alat-alat permainan dibandingkan anak yang dilahirkan dalam keluarga miskin

·         Faktor keempat adalah kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan sejawat atau acces to a field

SUMBER :

    http://wendi-psikologikreatifitas.blogspot.com/2010/04/definisi-               konsepsional-dan-definisi.html
      http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/22/pengertian-kecerdasan-kreativitas-serta-perbedaannya-320290.html
      https://moethya26.wordpress.com/2010/02/25/teori-mengenai-kreatifitas/
      http://desyaprisa.blogspot.com/2013/03/kreatifitas.html




    Artikel tentang produk kreatif yang sedang booming

 



                       
Produk kreatif yang sedang booming saat ini begitu banyak, salah satu nya mengolah dari bahan yang terbuang atau biasa disebut dengan sampah menjadi barang bergunba yang bisa kita gunakan untuk sehari hari atau bahkan untuk kita pergi ke suatu tempat. Produk yang kreatif juga adalah hasil daripada idea yang kreatif, dalam entry kali ini memaparkan produk-produk yang dihasilkan daripada barang yang sudah tidak terpakai, dan juga barangan yang mudah diperoleh diubah menjadi satu produk yang begitu berguna kepada seharian dan juga sebagai hiasan, barang barang tersebut dibentuk sedemikian lucu dan seunik mungkin. Hasil olahan dari barang bekas yang bisa menjadikan barang tersebut menjadi terlihat sempurna karena hasil olahan tangan tangan kreatif. Begitu banyak barang yang dihasilkan, seperti tempat pensil, kotak untuk menyimpan kado, rak rak yang kecil dan masih banyak lagi yang bisa digunakan dan di desain sendiri.
KESIMPULAN :
Jadi, dari barang barang yang sudah tidak terpakai tersebut kita dapat mengolah nya menjadi sesuatu yang lucu dan unik, yang membuat sesuatu menjadi kreatif. Dan membuat barang barang yang ingin kita buat serta banyak hal yang dilakukan agar barang yang tidak terpakai tidak terbuang begitu saja, maka itu sebisa mungkin kita membuat barang barang tersebut menjadi berguna! J

2.      Anak laki-laki menunjukan kreativitas yang lebih besar dan anak perempuan terutama setelah berlalunya masa anak-anak
Menurut saya mengapa anak laki lebih menunjukan kreativitas lebih besar dibanding anak perempuan, karena biasanya anak laki-laki cenderung lebih cepat berfikir dibandingkan dengan perempuan, tetapi memang tidak semua. Dan sosok laki laki yang juga harus menjadi pemipin juga harus cepat tanggap, tetapi begitu juga dengan perempuan, banyak juga yang berfikir lebih kreativ dibandingkan dengan laki laki. Terkadang sifat perempuan yang lembut suka mencerminkan hal yang lambat, tetapi pada dasar nya perempuan akan seperti itu setelah ia mengetahui perjalanan hidup nya.